
Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melalui Program Kuliah Kerja Nyata Rekognisi (KKN-R) resmi melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam skema PDP KKN Desa Binaan di Desa Baru Ranji, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, yang berlangsung dari tanggal 6 September โ 28 November 2025. KKN Rekognisi merupakan program integrasi PKM yang bertujuan mengimplementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memberikan pengakuan terhadap kegiatan KKN yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan ini direkognisi melalui hibah Program Penelitian dan Pengabdian ITERA, yang dipimpin oleh Muhammad Artha Jabatsudewa Maras, S.Si., M.T., dengan anggota pengusul yaitu Doni Bowo Nugroho, S.Pd., M.Sc.; Muhammad Wildan Gifari; Sabar, S.Pd., M.Si.; dan Marsudi Siburian, S.Si., M.Biotech. Dalam pelaksanaan di lapangan, mahasiswa dibimbing secara langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Doni Bowo Nugroho, S.Pd., M.Sc.
Pelaksanaan KKN-R ITERA di Desa Baru Ranji berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya penurunan angka stunting yang masih menjadi masalah nasional. Meski persentase kasus stunting di Lampung Selatan terus menurun, desa ini masih menghadapi kendala besar, terutama keterbatasan fasilitas kesehatan serta proses pencatatan tumbuh kembang anak yang masih dilakukan secara manual. Hal ini menyebabkan pemantauan gizi anak belum berjalan optimal.

Sebagai jawaban atas permasalahan tersebut, tim KKN-R ITERA mengembangkan Stunting Meter Berbasis Desktop, sebuah alat antropometri digital yang menjadi inovasi unggulan tahun ini. Alat ini dirancang untuk meningkatkan ketepatan pemantauan tinggi dan berat badan anak usia 1โ12 tahun. Menjadi penyempurnaan dari versi sebelumnya yang berbasis aplikasi mobile dan hanya dapat beroperasi secara online, inovasi terbaru ini hadir dalam bentuk aplikasi desktop yang dapat digunakan baik online maupun offline, sehingga sangat ideal untuk desa dengan keterbatasan akses internet.

Selain fokus pada Stunting Meter, tim KKN ITERA juga mengusung berbagai program kerja lain yang relevan dengan kebutuhan desa, sesuai tema besar:
โPengaplikasian Teknologi Kesehatan dalam Peningkatan Kesejahteraan dan Perekonomian Desa Baru Ranji.โ
Program-program tersebut meliputi:
โข Pengembangan Stunting Meter komunitas berbasis teknologi, literasi digital, dan tata kelola data.
โข Penyediaan ruang edukasi interaktif seperti penyuluhan gizi, kelas ibu balita, hingga forum remaja.
โข Optimalisasi pangan lokal bergizi melalui pelatihan pengolahan pangan dan edukasi pertanian sehat.
โข Integrasi budaya hidup bersih melalui program olahraga, sanitasi, dan kebersihan lingkungan.
โข Pembuatan konten edukatif digital (video, panduan, dokumenter) untuk pelestarian identitas lokal serta penyebaran pengetahuan kesehatan kepada masyarakat.

Dengan rangkaian program ini, ITERA berharap Desa Baru Ranji dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga, meningkatkan pemahaman gizi, serta membangun lingkungan hidup yang lebih sehat dan produktif. Kehadiran Stunting Meter dan program pemberdayaan lainnya menjadi langkah nyata ITERA dalam mendukung pencegahan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

