Sosialisasi Kesehatan Mental Sejak Dini sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Bullying di Lingkungan STBA Anas bin Malik Lampung

Lampung โ€“ Pada tanggal 13 Februari 2026, telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul โ€œSosialisasi Kesehatan Mental Sejak Dini sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Bullying di Lingkungan STBA Anas bin Malik.โ€ Kegiatan PKM Program Studi Teknik Biomedis Institut Teknologi Sumatera ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental serta mencegah munculnya perilaku bullying di lingkungan pendidikan.

Kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan individu karena memengaruhi cara berpikir, bersikap, serta berinteraksi sosial. Kondisi mental yang tidak optimal dapat berdampak pada menurunnya kemampuan individu dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk dalam proses pembelajaran dan hubungan sosial. Berdasarkan data dari World Health Organization, sekitar 1 dari 7 anak dan remaja di dunia mengalami gangguan kesehatan mental. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan kesehatan mental tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga menjadi isu yang signifikan pada anak dan remaja.

Di Indonesia, permasalahan kesehatan mental pada remaja juga menunjukkan tren peningkatan. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa prevalensi gangguan mental emosional pada remaja mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, laporan dari UNICEF mengungkapkan bahwa banyak anak dan remaja menghadapi tekanan psikologis akibat faktor sosial dan lingkungan, termasuk interaksi di sekolah.

Salah satu permasalahan yang kerap muncul di lingkungan pendidikan adalah perilaku bullying atau perundungan. Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia, kasus bullying masih mendominasi laporan kekerasan pada anak di lingkungan pendidikan. Perilaku ini dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis korban, seperti munculnya kecemasan, menurunnya rasa percaya diri, hingga kesulitan dalam berinteraksi sosial. Dalam jangka panjang, bullying juga dapat menghambat perkembangan emosional dan prestasi belajar. Tidak hanya korban, pelaku bullying juga berpotensi mengalami penurunan empati serta peningkatan perilaku agresif di masa depan.

Sebagai institusi pendidikan, STBA Anas bin Malik memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan perilaku sosial peserta didik. Lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan akademik maupun kesehatan mental peserta didik. Namun demikian, masih terdapat kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman terkait kesehatan mental, khususnya dalam hal mengenali emosi, mengelola stres, serta membangun hubungan sosial yang positif.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya edukatif dan preventif dalam mengatasi permasalahan tersebut. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga kesehatan mental, cara mengenali dan mengelola emosi, serta pemahaman mengenai dampak negatif bullying. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya empati, toleransi, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental serta memiliki keterampilan dalam membangun interaksi sosial yang sehat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari perilaku bullying di STBA Anas bin Malik, dan diharapkan tercipta generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesehatan mental yang baik serta mampu menjalin hubungan sosial yang harmonis dan saling menghargai.

Penulis            : Rafli Filano, S.Si., M.T.

Post/Redaksi   : Yusuf Maulana, S.T., M.Sc.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *