Kolaborasi riset antara Teknik Biomedik ITERA, Teknik Biomedis ITB, dan RSUD Abdoel Moeloek

Dosen-dosen Teknik Biomedik, JTPI, ITERA kembali berhasil menjalin kolaborasi riset dengan dokter spesialis penyakit dalam RSUD Abdoel Moeloek dan juga dosen di Teknik Biomedis, Sekolah Teknik Elektro dan InformatikaInstitut Teknologi Bandung (ITB) yang juga merupakan koordinator program studi Teknik Biomedik ITERA. ITB menduduki peringkat ke-303 sedunia berdasarkan perangkingan universitas dunia QS pada tahun 2022. Kolaborasi riset ini telah menghasilkan publikasi jurnal nasional akses terbuka terindeks Sinta S2 di Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer.

Dalam riset yang berjudul “Deteksi malaria berbasis segmentasi citra warna dan pembelajaran mesin” ini, penyakit yang disebabkan oleh malaria yang masih menjadi salah satu penyakit endemik dan termasuk ke dalam kategori penyakit menular dengan vektor nyamuk Anopheles di beberapa daerah di Indonesia diselidiki. Penurunan jumlah mortalitas penderita malaria ini telah menjadi program Pemerintah Indonesia dan World Health Organization. Salah satu hal penting yang dapat dilakukan adalah menyediakan alat diagnosa malaria yang cepat dan akurat menggunakan komputer. Oleh karena itu, pada studi ini dikembangkan sebuah metode deteksi malaria berdasarkan segmentasi citra warna yang digabungkan dengan metode penghitungan jumlah objek parasit dan pembelajaran mesin berdasarkan jaringan syaraf tiruan konvolusi (JST-K). Pada studi ini, segmentasi citra dilakukan dengan menetapkan suatu nilai ambas batas tertentu pada model warna HSV. Nilai ambang batas untuk masing-masing kanal warna ditetapkan sebagai berikut: H = 100-175, S = 100-250, dan V = 60-190. Terdapat tiga skema pembelajaran mesin yang digunakan, yaitu citra asli menggunakan RMSProp optimizer, citra tersegmentasi menggunakan RMSProp dan Adam optimizer. Akurasi pelatihan dan validasi (JST-K) tertinggi diperoleh dengan skema citra tersegmentasi menggunakan RMSProp optimizer, yaitu sebesar 92,77% dan 94,38%. Sedangkan, deteksi malaria berdasarkan penghitungan jumlah parasit memiliki akurasi sebesar 93,78%, tetapi sumber daya komputasi dan waktu yang diperlukan jauh lebih rendah.

Leave a Reply

Close Menu