Mahasiswa Biomedis Kenalkan Teknologi Kesehatan di Dua SMP Pada Program Relawan Mengajar

Mahasiswa Teknik Biomedis terpilih sebagai relawan mengajar dari Komunitas Ruang Pemimpin. Kedua mahasiswa ini, yakni Dewi Nur Azizah @dewinazhh dan Adelia Pragesti @adeliapragestii diberikan kesempatan untuk bercerita dan mengenalkan Prodi teknik Biomedis kepada para siswa SMP. Ada dua sekolah yang dikunjungi oleh mereka , yakni SMPN 25 dan SMPN Satap 13 Pesawaran, lampung. Sebagai relawan dari program studi teknik biomedis, mereka memberikan informasi mengenai pengertian teknik biomedis, mata kuliah yang akan dipelajari, dan prospek kerja lulusan teknik biomedis.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan pengenalan dan demonstrasi dari salah satu penggunaan instrumentasi biomedis yaitu EEG. Mahasiswa menjelaskan apa yang dimaksud oleh EEG dan kegunaannya, kemudian dilakukan games konsentrasi dan relaksasi sebelum mendemonstrasikan alat kepada siswa yang bersedia. Selama dilakukannya demonstrasi, mahasiswa akan menjelaskan maksud dari setiap gelombang otak yang ditampilkan pada monitor dan dilakukan mini games (latihan konsentrasi) yang telah ada di aplikasinya,

Kondisi sekitar lingkungan SMPN SATAP 13 Pesawaran sedikit memprihatinkan karena gedung sekolah tersebut hanya satu atap dan harus bergantian dengan siswa-siswa SD Negeri. Fasilitas sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut juga sangat minim dan belum memadai bahkan dari segi tenaga pendidik juga bisa dikatakan kurang karena
hanya memiliki 7 orang guru yang juga merupakan guru sekolah dasar. Awalnya siswasiswa disana memiliki sedikit sekali motivasi untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Hal tersebut mungkin saja dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu faktor ekonomi keluarga dan sulitnya menjangkau sekolah menengah atas karena
lokasinya yang cukup jauh. Setelah dilakukan kegiatan kerelawanan, respon dari siswasiswa terlihat sangat antusias dan menambah motivasi mereka dalam belajar dan menggapai impian dan cita-cita mereka. Semoga hal tersebut dapat bertahan dan bahkan meningkat seiring berjalannya waktu


Sementara, kegiatan mengajar di SMPN SATAP 13 Pesawaran ini mahasiswa uga memberikan pengenalan kepada adik-adik mengenai materi apa saja yang akan dipelajari ketika duduk di bangku kuliah khususnya program studi teknik biomedis secara umum. Selain itu juga, dilakukan demonstrasi langsung kepada adik-adik SMP tentang salah satu instrumentasi biomedis, yaitu oximeter untuk mengukur saturasi oksigen dalam darah dan detak jantung serta ada multifunction monitoring system atau yang akrab disebut dengan glukometer yang fungsinya untuk mengukur kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol dalam tubuh.

Kondisi sekitar lingkungan SMPN SATAP 13 Pesawaran sedikit memprihatinkan karena gedung sekolah tersebut hanya satu atap dan harus bergantian dengan siswa-siswa SD Negeri. Fasilitas sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut juga sangat minim dan belum memadai bahkan dari segi tenaga pendidik juga bisa dikatakan kurang karena
hanya memiliki 7 orang guru yang juga merupakan guru sekolah dasar. Awalnya siswasiswa disana memiliki sedikit sekali motivasi untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Hal tersebut mungkin saja dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya, yaitu faktor ekonomi keluarga dan sulitnya menjangkau sekolah menengah atas karena
lokasinya yang cukup jauh. Setelah dilakukan kegiatan kerelawanan, respon dari siswasiswa terlihat sangat antusias dan menambah motivasi mereka dalam belajar dan menggapai impian dan cita-cita mereka. Semoga hal tersebut dapat bertahan dan bahkan meningkat seiring berjalannya waktu

Leave a Reply

Close Menu