First International Webinar: Diagnostics Imaging for Improving Healthcare

Telah dilaksanakan webinar ketiga yang juga merupakan webinar internasional yang pertama. Webinar ini menghadirkan Dr. Azira binti Khalil yang merupakan dosen di Jurusan Fisika Terapan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universiti Sains Islam Malaysia. Beliau memaparkan mengenai pencitraan diagnostik untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Pencitraan diagnostik ini merupakan berbagai teknik untuk melihat bagian dalam tubuh untuk membantu mencari tahu penyebab penyakit atau cedera dan mengkonfirmasi sebuah diagnosa dokter. Dokter juga menggunakannya untuk melihat seberapa baik tubuh pasien merespon pengobatan untuk patah tulang ataupun penyakit. Pencitraan diagnostik juga digunakan untuk membantu dokter menemukan indikasi kondisi kesehatan. Beberapa mesin dan metode pencitraan dapat menghasilkan citra aktivitas dan struktur di dalam tubuh manusia. Banyak teknik pencitraan bersifat non-invasif, mudah, dan tanpa rasa sakit. Beberapa teknik pencitraan diantaranya adalah X-ray, Computed Tomography Scan (CT Scan), Magnetic Resonance Imaging, Ultrasound, dan Positron Emission Tomography (PET).

Pencitraan medis benar-benar merupakan bagian vital dari dunia kesehatan – alat penting bagi dokter untuk membantu mendiagnosa, pengobatan, dan pencegahan. Pencitraan medis adalah bagian penting untuk memastikan setiap diagnosa. Kita tidak dapat membayangkan jika kita kembali melakukan diagnosa berdasarkan gejala atau indikasi saja. Pencitraan medis juga dapat membantu dalam pengambilan keputusan tentang pengobatan dan perawatan masa depan dari masalah ini. Pencitraan medis mutlak diperlukan ketika melacak kemajuan penyakit yang sedang berlangsung. Informasi rinci yang dihasilkan oleh pencitraan medis memberikan pasien visualisasi yang lebih baik, lebih banyak perawatan yang komprehensif. Salah satu manfaat lebih lanjut dari pencitraan medis adalah berfungsi dalam perawatan pencegahan. Pencitraan medis juga digunakan oleh ahli bedah sebagai bantuan dalam prosedur bedah.

Leave a Reply

Close Menu